Berita Terbaru: Bank Indonesia Bali Siap Antisipasi Risiko Inflasi
Bank Indonesia Bali Berantas Inflasi
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) di Provinsi Bali bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setempat terus berupaya mengantisipasi risiko inflasi akibat berbagai dinamika ekonomi, geopolitik, hari besar keagamaan, serta pengaruh cuaca. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali, Achris Sarwani, menegaskan kesiapan BI dalam mengatasi risiko inflasi yang mungkin muncul.
Langkah Preventif Melawan Inflasi
BI bersama dengan pemerintah provinsi dan sembilan kabupaten/kota di Bali telah merancang strategi pencegahan inflasi, seperti penyelenggaraan pasar murah, pemantauan harga secara rutin, pengawasan terhadap pasokan elpiji bersubsidi, dan distribusi pangan. Selain itu, kerja sama antar-daerah dalam hal operasi pasar maupun pasar murah juga ditingkatkan.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap risiko inflasi yang dapat dipicu oleh tingginya barang dan jasa selama masa hari besar keagamaan, serta musim kunjungan wisatawan dalam libur sekolah. Faktor cuaca juga menjadi perhatian, mengingat Bali sedang mengalami transisi musim hujan ke kemarau yang berpotensi menyebabkan gangguan pada produksi pangan akibat kekeringan.
Data Inflasi di Bali
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, tercatat bahwa inflasi bulanan Bali pada Mei 2026 mencapai 0,42 persen, mengalami kenaikan signifikan dari bulan sebelumnya. Kenaikan harga terutama terjadi pada komoditas seperti beras, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, cabai merah, dan angkutan udara.
Di sisi lain, inflasi tahunan di Bali juga meningkat dari 2,08 persen menjadi 2,99 persen dalam rentang waktu yang sama. Meskipun mengalami peningkatan, level inflasi Bali masih berada dalam sasaran inflasi nasional yang telah ditetapkan yakni 1,5-3,5 persen.


