Proyek BESS Mulai Dibangun di KEK Palu, Bidik Investasi Rp30 Triliun
Pemerintah optimistis masuknya investasi baru, khususnya di sektor energi dan teknologi penyimpanan energi, akan semakin meningkatkan daya saing KEK Palu. PT Bangun Palu Sulawesi Tengah bersama Aslan Energy Capital telah memulai pengembangan proyek Battery Energy Storage System (BESS) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Sulawesi Tengah. Investasi proyek ini diperkirakan mencapai 1,75 miliar dolar AS atau setara Rp30 triliun.
Teknologi BESS dan Manfaatnya
BESS merupakan teknologi sistem penyimpanan energi berskala besar yang menggunakan baterai untuk menangkap, menyimpan, dan melepaskan energi listrik. Sistem ini dapat menyimpan listrik dari berbagai sumber energi terbarukan seperti panel surya, turbin angin, atau jaringan listrik utama untuk digunakan kapan saja. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua perusahaan menjadi langkah awal investasi strategis pengembangan BESS Gigafactory dan ekosistem industri energi bersih di KEK Palu.
Dampak Investasi dan Pengembangan Proyek
Investasi proyek BESS Gigafactory di KEK Palu tidak hanya akan menciptakan lapangan kerja langsung dan tidak langsung, tetapi juga akan mendukung integrasi energi terbarukan, infrastruktur pengisian kendaraan listrik, serta pasar ekspor ke kawasan ASEAN, Australia, dan Amerika Serikat. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat posisi KEK Palu sebagai pusat hilirisasi industri berbasis energi bersih di Indonesia timur dan memanfaatkan potensi nikel Sulawesi Tengah dalam rantai pasok baterai global.
KEK Palu sendiri merupakan kawasan industri di Sulawesi Tengah dengan fokus pada sumber daya alam, logistik, manufaktur, energi, dan hilirisasi. Dengan luas mencapai 1.500 hektare dan didukung oleh Pelabuhan Pantoloan, KEK Palu memiliki peran strategis dalam mendukung perdagangan domestik dan ekspor di wilayah Indonesia Timur. Selain itu, kehadiran investasi ini dinilai penting bagi pengembangan ekonomi daerah serta pertumbuhan ekonomi Kota Palu ke depan.


