Saturday, June 13, 2026
HomeFinansialAnalisis Efek Belanja Pemerintah di Triwulan Mendatang

Analisis Efek Belanja Pemerintah di Triwulan Mendatang

Efek Belanja Pemerintah di Triwulan Mendatang Tidak Sebesar pada Triwulan I, Kata Ekonom

Meskipun belanja pemerintah masih dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, namun tidak sekuat seperti pada triwulan sebelumnya menurut Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede.

Dorongan Belanja dari Triwulan I Kemungkinan Menurun

Josua Pardede menjelaskan bahwa terdapat tiga alasan mengapa belanja pemerintah tidak akan sekuat pada triwulan sebelumnya. Pertama, kenaikan pada triwulan I dipengaruhi oleh efek dasar rendah, percepatan belanja, THR, dan momentum Ramadan-Idul Fitri. Kedua, ruang fiskal sedang menghadapi tekanan akibat pertumbuhan belanja negara yang tinggi dan kebutuhan pembiayaan yang meningkat.

Josua menekankan bahwa sebagai penopang, belanja pemerintah tetap penting namun tidak boleh menjadi satu-satunya sumber akselerasi ekonomi. Kualitas efek pengganda belanja pemerintah bergantung pada jenis belanja yang dilakukan. Belanja yang masuk ke sektor produktif, memperbaiki infrastruktur dasar, atau meningkatkan partisipasi pelaku usaha kecil dalam rantai pasok lokal, akan memiliki dampak yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pentingnya Menjaga Tekanan Impor

Peningkatan aktivitas belanja pemerintah pada triwulan I terkait erat dengan kenaikan pengeluaran konsumsi pemerintah pada periode tersebut. Realisasi belanja negara yang mencapai Rp815,0 triliun atau tumbuh 31,4 persen yoy, menunjukkan kontribusi penting belanja pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi.

Sebagai catatan, peningkatan impor yang lebih tinggi daripada ekspor bisa menggeser potensi pertumbuhan ekonomi nasional melalui permintaan domestik. Oleh karena itu, Josua menggarisbawahi bahwa efek pengganda belanja pemerintah akan lebih besar bila barang yang dibeli berasal dari produk domestik, bukan melalui impor.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler