Bank Indonesia (BI) Purwokerto kini mengkampanyekan “Run From Scam” demi melawan penipuan digital yang semakin marak. Melalui kampanye ini, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap tautan palsu, aplikasi berbahaya (APK), dan modus penipuan lainnya yang dapat merugikan secara finansial maupun data pribadi.
Kewaspadaan Terhadap Kejahatan Digital
Kepala Kantor BI Purwokerto, Christoveny, menyoroti bahwa perkembangan digitalisasi membawa tidak hanya kemudahan namun juga risiko. Berbagai modus kejahatan digital seperti tautan palsu, APK berbahaya, impersonasi, dan lain sebagainya perlu diwaspadai dengan serius. Christoveny menegaskan pentingnya verifikasi sebelum melakukan transfer dana atau memberikan data pribadi yang mencurigakan.
Menurutnya, edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat sehingga dapat lebih cerdas dalam mengelola keuangan dan melindungi diri dari ancaman kejahatan digital.
Langkah Menghindari Penipuan
Christoveny menekankan pentingnya melakukan verifikasi sebelum merespons telepon, pesan, atau permintaan transfer yang mencurigakan. Jika merasa ragu, lebih baik untuk menghentikan prosesnya terlebih dahulu dan melakukan pengecekan lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk mencegah tindakan penipuan dan melindungi keamanan data pribadi.
Dengan kampanye “Run From Scam,” BI Purwokerto berharap agar masyarakat tidak hanya fokus pada kesehatan fisik namun juga keuangan dan keamanan digital. Kewaspadaan dan literasi yang tinggi menjadi kunci utama dalam melawan ancaman kejahatan digital.
Source link

