Sampah Menjadi Perhatian Serius bagi Presiden Prabowo
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menyampaikan bahwa masalah sampah yang terus berlanjut menjadi kekhawatiran Presiden Prabowo Subianto karena telah menjadi persoalan yang berkepanjangan. Hal ini disampaikan Zulhas saat acara Gerakan Pilah Sampah dan perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta di kawasan Rasuna Said, Jakarta.
Solusi Teknologi Sulit Diterapkan
Zulhas menyatakan bahwa meskipun teknologi pengelolaan sampah sudah sangat beragam, namun penggunaannya sulit dilaksanakan karena berbagai aturan yang kompleks. Hanya ada dua proyek pengelolaan sampah dengan teknologi terkini yang mendapatkan izin dalam 11 tahun terakhir, namun pelaksanaannya masih menemui kendala. Hal ini disebabkan oleh kerumitan dan panjangnya proses perizinan pendirian pengolahan sampah.
Melalui Perpres No. 109 tahun 2025, Pemerintah berusaha memangkas perizinan yang panjang untuk menyelesaikan masalah sampah tersebut. Menurut Zulhas, saat ini Pemerintah sedang berfokus menangani persoalan sampah di 71 kota yang masuk dalam 22 aglomerasi dengan masalah sampah darurat, termasuk di daerah Bantargebang, Tangerang Selatan, Bandung, dan beberapa kota lainnya.
Rencana Penanganan Sampah
Zulhas menegaskan bahwa daerah yang masuk dalam kategori darurat sampah, seperti Bantargebang, Bandung, dan Tangsel, direncanakan akan selesai penanganannya pada tahun 2028. Pemerintah berkomitmen untuk mengatasi permasalahan sampah yang menjadi kekhawatiran Presiden demi menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat.


