OJK: Reformasi Pasar Modal Indonesia Bawa Keuntungan Jangka Panjang
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini reformasi integritas pasar modal Indonesia akan membawa keuntungan jangka panjang (long term gain), meski berpotensi memicu perubahan komposisi saham dalam indeks MSCI pada hasil rebalancing yang akan diumumkan Selasa (12/5).
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, optimis bahwa perbaikan yang dilakukan dalam reformasi integritas akan memberikan dampak positif. Meskipun ada potensi penyesuaian jangka pendek, hal ini dianggap sebagai proses yang akan berbuah manis dalam jangka panjang.
Konsekuensi dari Pembenahan Fundamental Pasar Modal
Friderica, atau biasa dipanggil Kiki, mengatakan bahwa potensi perubahan komposisi saham Indonesia dalam indeks MSCI merupakan hasil dari upaya pembenahan fundamental pasar modal. Hal ini termasuk peningkatan keterbukaan informasi, integritas pasar, serta penegakan hukum.
Ia menekankan pentingnya pasar tidak bereaksi berlebihan terhadap hasil rebalancing MSCI. Perubahan komposisi indeks merupakan bagian dari langkah positif untuk memperkuat fundamental pasar keuangan Indonesia.
Peninjauan Status Emerging Market
Terkait penurunan status Indonesia dari emerging market, Kiki menyatakan bahwa keputusan tersebut baru akan dievaluasi oleh MSCI pada Juni 2026. Upaya pembenahan yang dilakukan diharapkan menjadi pertimbangan penting bagi MSCI dalam mempertahankan Indonesia dalam kelompok emerging market.
Indonesia dinilai memiliki kualitas keterbukaan informasi dan integritas pasar yang baik, hal ini menjadi nilai tambah bagi investor global. OJK terus melakukan reformasi pasar modal melalui delapan aksi, termasuk penguatan penegakan hukum dan peningkatan kualitas perusahaan tercatat.
Pasar keuangan Indonesia terus didorong untuk lebih didalami dengan peningkatan jumlah investor baik ritel maupun institusi. Pendalaman pasar dianggap penting sebagai langkah untuk menguatkan ketahanan pasar modal Indonesia terhadap gejolak global.


