Monday, June 15, 2026
HomeBursaIHSG Melemah ke 6.905 Meski Royalti Tambang Ditunda

IHSG Melemah ke 6.905 Meski Royalti Tambang Ditunda

IHSG Melemah Meski Rencana Tarif Royalti Tambang Ditunda

Jakarta – Pada Senin sore, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 63,78 poin atau 0,92 persen ke posisi 6.905,62. IHSG sempat mengalami kenaikan terbatas setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan menunda penerapan tarif royalti komoditas tambang.

Rebound Terbatas

Setelah mengalami koreksi pada sesi pertama, IHSG sempat mengalami rebound terbatas setelah Menteri ESDM memutuskan menunda rencana penerapan tarif royalti tambang komoditas untuk beberapa komoditas, seperti tembaga, timah, nikel, emas, dan perak. Keputusan ini diambil untuk menyusun formulasi yang lebih optimal dan adil bagi semua pihak.

Meski begitu, Menteri Keuangan memastikan bahwa aturan penyesuaian tarif royalti perusahaan tambang akan mulai berlaku pada awal Juni 2026. Hal ini diikuti dengan penerbitan Peraturan Presiden (Perpres).

Sentimen Negatif

Pelemahan rupiah yang melewati posisi di atas Rp17.400 per dolar AS juga menjadi salah satu faktor yang menahan IHSG di zona merah. Selain itu, mayoritas indeks di bursa Asia juga mengalami penurunan harga seiring kenaikan harga minyak mentah setelah Presiden AS menolak proposal damai dari Iran.

Dengan berbagai sentimen negatif tersebut, IHSG diproyeksikan untuk melanjutkan pelemahan dan menguji level support di kisaran 6.750-6.850. Sejumlah saham menguat, melemah, dan stagnan sepanjang perdagangan hari itu dengan kapitalisasi pasar BEI mencapai Rp12.283 triliun.

Sektor infrastruktur menjadi satu-satunya sektor yang masih mencatat penguatan, sementara sektor lainnya mengalami pelemahan, seperti sektor transportasi, energi, keuangan, perindustrian, kesehatan, barang konsumen, properti, teknologi, dan sektor lainnya.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler