Saturday, June 13, 2026
HomeBeritaPeningkatan Penyerapan Telur Peternak di Magetan: Langkah Kementan dan Bapanas

Peningkatan Penyerapan Telur Peternak di Magetan: Langkah Kementan dan Bapanas

Kementan, Bapanas, dan Pemerintah Magetan Perkuat Penyerapan Telur Peternak

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Pemerintah Kabupaten Magetan menegaskan langkah-langkah penyerapan telur ayam ras untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat di tengah melimpahnya produksi telur.

Fokus Utama: Kebutuhan Pangan dan Stabilitas Harga

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menegaskan bahwa fokus utama adalah menjaga keberlanjutan usaha peternak rakyat dan memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi. Langkah-langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan berbagai pihak terkait, seperti Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, asosiasi perunggasan, peternak, dan pelaku usaha.

Pemerintah memandang perlu memanajemen kondisi surplus produksi telur dengan cepat dan terukur agar tidak menekan harga peternak. Untuk itu, percepatan penyerapan, distribusi, dan penguatan konsumsi terus didorong guna mendukung stabilitas subsektor perunggasan nasional.

Koordinasi dan Langkah Cepat Pemerintah Daerah

Kementan juga memberi arahan kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan menertibkan pedagang dan peternak yang jual telur di bawah harga acuan pembelian/penjualan. Tujuannya adalah agar harga jual telur berada dalam rentang yang menguntungkan peternak dan mendorong peningkatan produksi.

Makmun menambahkan bahwa pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga bahan baku pakan. Selain itu, pemerintah juga akan memperkuat hilirisasi dan perluasan pasar hasil peternakan untuk optimalisasi produksi peternak rakyat.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, Nur Haryani, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah-langkah cepat, seperti memfasilitasi pembelian telur oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kampanye konsumsi telur masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis, bantuan sosial, dan kegiatan peningkatan gizi masyarakat juga diperkuat.

Langkah konkret Pemerintah Kabupaten Magetan adalah peningkatan frekuensi penyerapan telur melalui Program MBG dari satu kali menjadi tiga kali dalam seminggu. Ini diharapkan dapat meningkatkan penyerapan produksi telur peternak rakyat.

Pemerintah daerah juga fokus pada program konsumsi telur melalui kegiatan posyandu, pemberian makanan tambahan, pencegahan stunting, serta program sosial lainnya. Semua ini bertujuan untuk mendukung produksi peternak, menjaga stabilitas harga, dan memastikan ketersediaan pangan di tingkat peternak.

Bantuan jagung subsidi melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan mulai disalurkan untuk membantu menekan biaya produksi peternak. Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan usaha peternak dalam situasi dinamika pasar yang terus berlangsung.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler