Sopir Taksi Green SM Berhasil Selamat dalam Insiden Kecelakaan Kereta Api di Bekasi
Pada Senin (27/4), Polda Metro Jaya mengungkap keterangan dari sopir taksi Green SM bernama RRP yang berhasil selamat dalam insiden kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang Ampera, Bekasi Timur. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa mobil yang dikendarai RRP berhenti atau mati di perlintasan sebidang jalur kereta api.
Saat sopir mencoba untuk keluar dari mobil, transmisi secara tiba-tiba berubah ke posisi parkir, sehingga membuatnya tidak bisa membuka pintu dengan mudah. Setelah beberapa upaya, RRP akhirnya bisa keluar melalui jendela mobil bagian sopir dengan bantuan warga sekitar.
Pendalaman Terkait Penyebab Kendaraan Berhenti atau Mati
Menurut Budi Hermanto, penyebab mobil tersebut berhenti atau mati di perlintasan kereta api masih dalam tahap pendalaman. Kemungkinan pengaruh medan magnet atau medan listrik terhadap mobil listrik sedang diselidiki lebih lanjut oleh Puslabfor dan KNKT secara bersamaan.
Di sisi lain, Budi juga meminta kesabaran dari masyarakat untuk menunggu hasil investigasi lebih lanjut. Informasi terbaru akan segera diperbarui setelah tim penyelidik merilis temuan dari Puslabfor dan KNKT.
Sopir Baru yang Masih Dalam Tahap Pelatihan
Dalam pengembangan kasus ini, Budi Hermanto juga mengungkapkan bahwa RRP baru bekerja sebagai sopir taksi listrik Green SM selama tiga hari saat kejadian terjadi. Pada saat pemeriksaan, RRP mengaku hanya menjalani pelatihan singkat selama satu hari sebelum mulai bekerja.
Pelatihan yang diterimanya hanya sebatas pengenalan fitur dasar mobil listrik, seperti cara menghidupkan dan mematikan kendaraan, serta penggunaan lampu sein dan fitur lainnya. Hal ini masih menjadi fokus penyidikan untuk memahami lebih lanjut kondisi sopir dan kendaraan pada saat kejadian.


