Unhas dan IKN Jajaki Implementasi Kendaraan Listrik Hasil Riset
Universitas Hasanuddin dan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) sedang menjajaki implementasi produk riset kampus, terutama dalam pengembangan kendaraan listrik. Langkah ini dianggap relevan dengan konsep IKN sebagai kota hijau dan cerdas.
Penjajakan Implementasi Produk Riset Kampus
Direktur Sarana Prasarana Dasar IKN, Cakra Nagara, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengecek langsung sejumlah produk inovasi Unhas, termasuk kendaraan listrik yang dikembangkan oleh tim kampus. Proses tersebut penting untuk memastikan kesiapan teknologi sebelum diterapkan di kawasan IKN.
“Kami melakukan penjajakan terkait berbagai inovasi yang dihasilkan Unhas, termasuk kendaraan listrik ini. Intinya, kami ingin melihat apakah produk riset ini bisa diterapkan atau tidak,” ujar Cakra Nagara.
Menyoroti konsep pembangunan IKN yang mengusung green city dan smart building, dibutuhkan dukungan teknologi adaptif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi.
Pengembangan Kendaraan Listrik oleh Unhas
Dekan Fakultas Teknik Unhas, Prof Muhammad Isran Ramli, menjelaskan bahwa pengembangan kendaraan listrik merupakan bagian dari program strategis universitas yang telah dimulai sejak tahun lalu. Unhas telah meluncurkan tiga jenis kendaraan listrik, antara lain shuttle car, executive car, dan clean car untuk pengangkut sampah.
Prof Isran menekankan bahwa salah satu tujuan kampus adalah bagaimana hasil riset Unhas dapat bermanfaat bagi instansi mitra, pemerintah, industri, dan dunia usaha secara luas.
Pada April 2026, Otorita IKN bersama Unhas telah menandatangani nota kesepahaman yang mencakup kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara.
Ruang lingkup kerja sama tersebut melibatkan pengembangan sumber daya manusia, pemberdayaan kepakaran melalui pendidikan dan pelatihan, pelaksanaan kajian ilmiah dan penelitian, serta program strategis lainnya.


