HRTA Catat Pertumbuhan Pendapatan Hampir 200 Persen
PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatat lonjakan pertumbuhan pendapatan hampir 200 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp6,78 triliun pada kuartal I 2025 menjadi Rp20,16 triliun pada kuartal I 2026.
Direktur Utama HRTA, Sandra Sunanto, menyampaikan bahwa kinerja positif ini didukung oleh pertumbuhan volume penjualan dan penguatan harga emas global.
Laba Bersih Perseroan Meningkat Signifikan
Tidak hanya pendapatan, laba bersih perseroan juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 189,48 persen (yoy) menjadi Rp433,49 miliar pada kuartal I 2026, dari Rp149,75 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya.
Sandra menekankan bahwa HRTA akan terus fokus pada penguatan ekosistem bisnis emas yang terintegrasi, optimalisasi kapasitas produksi, serta penguatan jaringan distribusi untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.
Peningkatan Volume Penjualan dan Harga Emas
Volume penjualan emas murni HRTA meningkat sebesar 75,18 persen (yoy) menjadi 7,83 ton, sejalan dengan kenaikan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 71,01 persen (yoy) menjadi Rp2.567.213 per gram.
Secara segmentasi bisnis, penjualan masih didominasi oleh segmen grosir yang memberikan kontribusi sebesar 90,60 persen terhadap total pendapatan. Sedangkan segmen ritel menyumbang sebesar 9,13 persen, dan gadai sebesar 0,26 persen.
Peningkatan Posisi di Pasar Global dan Nasional
Selama April 2026, harga emas diperdagangkan di kisaran 4.717 dolar AS per troy ounce, dipengaruhi oleh sejumlah faktor global dan domestik. Di Indonesia, harga emas domestik juga menguat sekitar 11 persen secara year to date (ytd) ke level Rp2,6 juta per gram.
HRTA juga meraih peningkatan peringkat kredit dari PEFINDO menjadi idA+ dengan prospek stabil. Ini mencerminkan penguatan fundamental dan disiplin keuangan perseroan.
Secara positif, HRTA telah resmi bergabung dalam indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia untuk periode Mei-Juli 2026. Hal ini menandakan kepercayaan pasar terhadap fundamental bisnis dan prospek jangka panjang perseroan sebagai pemain utama di industri emas nasional.


