Kericuhan Pascalaga Persipura vs Adhyaksa: PSSI Sampaikan Penyesalan
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap kericuhan yang terjadi setelah pertandingan perebutan tempat ketiga Pegadaian Championships 2025/2026 antara Persipura Jayapura dan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Papua.
Kericuhan Berawal dari Kekalahan Persipura
Saat Persipura mengalami kekalahan 0-1 dari Adhyaksa, emosi para suporter tuan rumah meletup. Mereka turun dari tribun dan menyerbu lapangan, memicu kerusuhan yang meluas di Stadion Lukas Enembe.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyampaikan bahwa pihaknya sangat prihatin dengan kejadian tersebut. “Kita juga tahu bahwa masyarakat Papua dan suporter Persipura sangat mencintai sepak bola,” ujarnya.
Langkah Tegas dari PSSI
PSSI menegaskan akan mengambil langkah tegas terkait insiden yang terjadi, mengingat perhatian yang ketat dari FIFA terhadap sepak bola Indonesia pasca Tragedi Kanjuruhan. Mereka berharap kejadian serupa tidak akan terulang di masa depan.
Kericuhan ini melibatkan sejumlah suporter yang merusak fasilitas stadion, melawan petugas keamanan, dan bahkan membakar kendaraan di sekitar Stadion Lukas Enembe. Akibatnya, 14 orang diamankan oleh pihak kepolisian.
Momen ini menjadi catatan buruk bagi perkembangan sepak bola Indonesia, yang sedang berusaha mendapatkan kembali reputasi baik di mata FIFA. Tindakan yang diambil oleh PSSI akan memberikan sinyal keras terhadap tindakan merusak yang dilakukan oleh oknum suporter.


