Saturday, June 13, 2026
HomeBulutangkisKegagalan PBSI di Piala Thomas: Dampak Kondisi Psikologis

Kegagalan PBSI di Piala Thomas: Dampak Kondisi Psikologis

Jakarta (ANTARA) – Ketegangan psikologis menjadi penyebab utama kegagalan Indonesia dalam Piala Thomas 2026, menurut Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Eng Hian.

Ketegangan Psikologis Mempengaruhi Kinerja Atlet

Eng Hian menyampaikan bahwa atlet mengalami ketegangan di lapangan yang sulit untuk diatasi. Contohnya, Alwi Farhan mengalami detak jantung mencapai 200 denyut per menit akibat tekanan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa faktor psikologis atlet memiliki peran yang signifikan dalam kinerja mereka.

“Atlet menyampaikan ada ketegangan di lapangan yang sulit diatasi,” ujar Eng Hian dalam konferensi pers di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta.

Teori Tekanan dan Hasil Minor Indonesia di Piala Thomas

Eng Hian menegaskan bahwa tekanan menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap hasil minor yang diraih oleh Indonesia dalam ajang Piala Thomas 2026. Atlet Indonesia memiliki keinginan yang tinggi untuk menang, namun seringkali keinginan tersebut tidak diimbangi dengan kendali emosi yang cukup.

Dalam grup D Piala Thomas 2026, Indonesia berhasil meraih kemenangan atas Aljazair dan Thailand, namun gagal melawan Prancis. Kegagalan ini membuat Indonesia untuk pertama kalinya dalam sejarah tidak berhasil melaju ke babak gugur.

Situasi ini menunjukkan bahwa pentingnya pembinaan psikologis bagi atlet agar dapat mengatasi tekanan dan menjaga performa mereka di lapangan. PBSI perlu memperhatikan aspek psikologis ini sebagai bagian dari pembinaan atlet yang lebih holistik untuk meraih hasil yang lebih baik di kancah internasional.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler