Sunday, June 14, 2026
HomeFinansialEkonom: Risiko BSF, Moral Hazard dan Ketergantungan Pasar

Ekonom: Risiko BSF, Moral Hazard dan Ketergantungan Pasar

Penjelasan Ekonom Tentang Risiko Pengaktifan Kembali Bond Stabilization Fund

Jakarta – Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet memberikan peringatan kepada pemerintah terkait sejumlah risiko dalam rencana pengaktifan kembali bond stabilization fund (BSF), mulai dari moral hazard hingga ketergantungan pasar. Menurutnya, penggunaan BSF sebagai alat stabilisasi jangka pendek tidak boleh dijadikan solusi permanen dan perlu dipertimbangkan risikonya.

Risiko Moral Hazard dan Distorsi Harga

Yusuf menjelaskan bahwa risiko moral hazard dapat mendorong perilaku spekulatif di pasar obligasi jika investor terlalu mengandalkan intervensi pemerintah untuk menjaga harga obligasi. Hal ini dapat mengakibatkan perilaku pengambilan risiko yang agresif dan membuat negara menjadi penyangga bagi spekulasi pasar. Selain itu, intervensi yang terlalu dominan juga dapat mengakibatkan distorsi harga, di mana harga obligasi tidak lagi mencerminkan kondisi ekonomi sebenarnya.

Tekanan Fiskal dan Ketergantungan Pasar

Yusuf juga menyoroti risiko tekanan fiskal jika pemerintah terus menggunakan BSF secara agresif untuk menjaga stabilitas pasar. Hal ini bisa menambah beban fiskal dan menimbulkan peningkatan tekanan terhadap APBN. Selain itu, ada risiko ketergantungan pasar di mana investor menganggap intervensi pemerintah sebagai hal yang biasa. Strategi keluar perlu dipertimbangkan sejak awal untuk mengantisipasi reaksi negatif pasar saat dukungan dikurangi.

Dengan adanya risiko-risiko tersebut, perlu koordinasi yang jelas antara kebijakan fiskal dan moneter dalam penggunaan BSF. Pemerintah perlu merancang strategi yang bijaksana agar pengaktifan kembali BSF dapat memberikan dampak yang positif bagi stabilitas pasar surat utang dan nilai tukar rupiah.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler