Saturday, June 13, 2026
HomeFinansialRupiah Terperangkap: Dampak Konflik AS-Iran di Selat Hormuz

Rupiah Terperangkap: Dampak Konflik AS-Iran di Selat Hormuz



<a href="https://portalnu.com/2026/06/11/bi-stabilisasi-kurs-rupiah-menguat/">Rupiah</a> Tertekan Akibat Eskalasi Konflik AS-Iran di Selat Hormuz

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah akibat eskalasi konflik di Selat Hormuz antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Pagi ini, rupiah bergerak turun 24 poin atau 0,14 persen menjadi Rp17.357 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di Rp17.333.

Analisis dari Bank Woori Saudara, Rully Nova, menyebutkan bahwa rupiah diperkirakan menguat terbatas dalam kisaran Rp17.320 hingga Rp17.370. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan tekanan terhadap mata uang tersebut, namun harga minyak yang naik sebagai dampak eskalasi ketegangan di Selat Hormuz juga memengaruhi.

Konflik AS-Iran di Selat Hormuz

Eskalasi konflik terjadi ketika AS menyerang beberapa wilayah Iran, termasuk pantai pelabuhan Khamir, kota Sirik, Pulau Qeshm, serta dua kapal Iran. Iran membalas dengan menyerang kapal perang AS di sebelah timur Selat Hormuz dan selatan pelabuhan Chabahar.

Reaksi Balasan dan Dampak

Pasca serangan, Komando Pusat AS melaporkan bahwa militer AS telah menargetkan fasilitas militer Iran sebagai respons terhadap serangan. Meskipun situasi di Selat Hormuz dan pesisir Iran kembali normal, konflik singkat ini mengirim sinyal negatif terhadap proses negosiasi AS-Iran.

Pasar juga menantikan data Non Farm Payrolls (NFP) AS yang akan dirilis malam ini. Data NFP akan memengaruhi kebijakan Federal Reserve (The Fed). Sementara itu, Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan data cadangan devisa (cadev) untuk bulan April 2026, diperkirakan cadev akan naik di atas 150 miliar dolar AS.

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler