Bank Indonesia: Kontribusi Kalimantan Capai 6 Persen dari PDB Nasional
Menurut Bank Indonesia (BI), wilayah Kalimantan telah memberikan kontribusi sekitar 5-6 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional meskipun memiliki jumlah penduduk yang relatif kecil, yaitu kurang dari 20 juta jiwa. Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Kalimantan Selatan, Aloysius Donanto, mengatakan bahwa hal ini menunjukkan potensi besar Kalimantan yang dapat terus dikembangkan sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Potensi Ekonomi Kalimantan dan Tantangan Global
Dalam kegiatan Capacity Building Opinion Maker Wilayah Kalimantan di Malang, Aloysius menekankan bahwa kinerja ekonomi Kalimantan masih menunjukkan tren positif di tengah tantangan global. Pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kalimantan tetap terjaga, namun transformasi struktur ekonomi perlu dilakukan guna meningkatkan nilai tambah.
Penekanan Aloysius terletak pada hilirisasi sektor ekonomi untuk memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Kalimantan. Saat ini, perekonomian Kalimantan masih didominasi oleh sektor primer seperti pertanian dan komoditas. Penguatan iklim investasi dan peningkatan produktivitas dianggap sebagai kunci untuk mengoptimalkan potensi ekonomi di wilayah ini.
Perlunya Peran Masyarakat dan Pemangku Kepentingan
BI menyoroti pentingnya peran masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi Kalimantan. Konsumsi produk dalam negeri dan pengelolaan informasi publik yang akurat dianggap sebagai upaya yang dapat menjaga stabilitas ekonomi di wilayah ini.
Aloysius menambahkan bahwa stabilitas ekonomi tidak hanya ditentukan oleh indikator makro, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan publik. Kolaborasi antarpihak diharapkan dapat mendukung potensi besar Kalimantan untuk memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi perekonomian nasional.


