Kualitas Udara Jakarta Meningkat, Warga Disarankan Menggunakan Masker
Pagi ini, laman IQAir mencatat bahwa kualitas udara di Kota Jakarta tidak sehat bagi kelompok sensitif. Hal ini disebabkan oleh tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 yang mencapai 55 mikrogram per meter kubik, melebihi nilai panduan WHO. PM 2,5 adalah partikel kecil yang dapat membahayakan kesehatan, terutama bagi orang dengan penyakit jantung atau paru-paru kronis.
Ketidaksehatan Udara dan Rekomendasi Kesehatan
Rekomendasi kesehatan saat ini adalah bagi warga Jakarta yang termasuk kelompok sensitif untuk menggunakan masker saat berada di luar rumah. Selain itu, disarankan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan, menutup jendela, dan menggunakan penyaring udara untuk menjaga kualitas udara di dalam rumah.
Upaya Pemerintah
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyusun berbagai solusi untuk mengatasi polusi udara, antara lain dengan membangun pembangkit listrik tenaga sampah dan beralih ke transportasi listrik. DKI Jakarta menekankan pentingnya kerjasama lintas wilayah dalam mengendalikan pencemaran udara, seperti yang tercantum dalam Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) periode 2023–2030.
Langkah-langkah dalam SPPU meliputi penguatan tata kelola pengendalian pencemaran udara, pengurangan emisi dari sektor transportasi dan industri, serta pengurangan emisi dari sumber lainnya. Dengan demikian, diharapkan kualitas udara di Jakarta dapat terus ditingkatkan untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.


