Sunday, May 17, 2026
HomeBisnisPemerintah Bersiap Menjadikan Bali Pusat Keuangan Internasional

Pemerintah Bersiap Menjadikan Bali Pusat Keuangan Internasional

Pembangunan KEK Bali sebagai International Financial Center

Pemerintah Indonesia tengah mempersiapkan Bali sebagai pusat keuangan internasional atau International Financial Center (IFC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali sedang dipercepat pengembangannya sebagai salah satu lokasi potensial untuk pengembangan KEK sektor keuangan di Bali.

Keunggulan KEK Kura Kura Bali

PT Bali Turtle Island Development (BTID) yang bertanggung jawab sebagai Badan Usaha Pengelola dan Pembangun (BUPP) KEK Kura Kura Bali menyoroti keunggulan ekosistem Knowledge District sebagai lokasi strategis untuk pengembangan KEK sektor keuangan. Dengan memanfaatkan modal pengetahuan, pendidikan, dan sumber daya manusia, KEK Kura Kura Bali dirancang untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Bali.

Knowledge District di KEK Kura Kura Bali juga akan dilengkapi dengan Pusat Kewirausahaan dan Inovasi yang menawarkan pendidikan berkualitas melalui sekolah interkultural ACS Bali serta pengembangan riset lingkungan pesisir melalui International Mangrove Research Center (IMRC).

Pengembangan KEK Kura Kura Bali dan KEK Sanur

Pada tahun 2026, pengembangan KEK Kura Kura Bali akan fokus pada sejumlah proyek strategis. Hingga triwulan pertama tahun tersebut, KEK Kura Kura Bali telah mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun dan menyerap 2.146 tenaga kerja.

Sementara itu, KEK Sanur difokuskan untuk memperkuat ekosistem pariwisata kesehatan atau health tourism. Bali International Hospital (BIH) di KEK Sanur, yang mulai beroperasi sejak April 2025, telah melayani 14.950 pasien hingga triwulan pertama tahun 2026, dengan 60% dari pasien berasal dari warga negara asing (WNA) dan 40% dari warga negara Indonesia (WNI).

Di KEK Sanur, The Solitaire Clinic direncanakan akan memberikan layanan cosmetic surgery, medical aesthetics, body contouring, hair transplant, serta terapi sel punca anti-penuaan mulai tahun 2026. Hingga triwulan pertama tahun tersebut, KEK Sanur mencatat investasi sebesar Rp5,37 triliun, menyerap 5.444 tenaga kerja, dan menerima kunjungan dari 279.804 wisatawan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler