Saturday, June 13, 2026
HomeFinansialAnalisis Kebijakan Bunga KUR: Meninjau Ketepatan Sasaran

Analisis Kebijakan Bunga KUR: Meninjau Ketepatan Sasaran

Kebijakan Bunga KUR Perlu Ditinjau Sasarannya

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menilai bahwa kebijakan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) perlu dipertimbangkan kembali dalam menentukan sasarannya.

Pendekatan yang Lebih Efektif

Menurut Yusuf, meskipun Presiden Prabowo Subianto telah menurunkan bunga KUR menjadi 5 persen per tahun, hal ini belum tentu efektif dalam menjangkau kelompok yang selama ini bergantung pada pinjaman informal.

Penurunan bunga KUR memang bertujuan baik untuk mengurangi ketergantungan masyarakat kecil pada pinjaman berbunga tinggi, namun Yusuf menyatakan bahwa KUR dan pinjaman informal tidak selalu menyasar kelompok yang sama.

Umumnya, pinjaman dengan bunga sangat tinggi diberikan kepada kelompok yang tidak dapat dijangkau oleh perbankan konvensional, yang mungkin tidak memiliki dokumen usaha atau riwayat kredit yang memadai.

Pembiayaan Ultra Mikro dengan Syarat Sederhana

Yusuf menekankan pentingnya memperluas akses pembiayaan ultra mikro dengan syarat yang lebih sederhana agar dapat menjangkau kelompok yang selama ini terpinggirkan. Hambatan utama bagi UMKM bukanlah suku bunga, melainkan akses awal pembiayaan.

Sementara itu, penguatan literasi keuangan dan integrasi data pelaku usaha kecil menjadi kunci dalam memasukkan mereka ke dalam sistem formal.

Meskipun langkah menurunkan bunga KUR menjadi 5 persen per tahun disambut baik oleh Presiden Prabowo Subianto, Yusuf juga mengingatkan akan risiko perilaku debitur. Pesan publik yang menekankan kemudahan akses kredit dapat mengurangi disiplin pembayaran dari sebagian debitur.

KUR 5 Persen untuk Kesejahteraan Rakyat Kecil

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencananya untuk menurunkan bunga KUR menjadi maksimal 5 persen per tahun dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil, seperti buruh, petani, dan nelayan.

Menurut Presiden, langkah ini diambil karena selama ini masyarakat kecil kerap terjebak dalam pinjaman dengan bunga yang sangat tinggi, yang akhirnya membebani penghasilan mereka.

Ke depannya, pemerintah akan mengucurkan KUR dengan bunga maksimal 5 persen per tahun melalui bank-bank milik negara untuk memberikan akses kredit yang lebih terjangkau bagi rakyat kecil.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler