Saturday, July 18, 2026
HomeKriminalitasPuslabfor Usut Dugaan Medan Listrik Picu Mogok Taksi di Bekasi Timur

Puslabfor Usut Dugaan Medan Listrik Picu Mogok Taksi di Bekasi Timur

Puslabfor Dalami Kaitan Mesin Taksi Green SM dengan Perlintasan Rel Kereta

Jakarta – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) akan mendalami hubungan antara berhentinya mesin taksi Green SM dengan perlintasan rel kereta yang disebut berada di lokasi bermuatan listrik terkait kasus kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

Budi mengatakan bahwa ruang perlintasan sebidang rel kereta api yang memiliki medan listrik dapat menjadi sangat berbahaya jika digunakan untuk melewati rel kereta yang memiliki medan magnet dan medan listrik. Oleh karena itu, hal ini akan diteliti lebih lanjut oleh Puslabfor.

Menurut Budi, penyelidikan ini penting karena mesin taksi listrik itu berpindah ke posisi gear parkir (P) ketika berada di atas rel. Tujuan dari penyelidikan Puslabfor adalah untuk mengetahui apakah medan listrik dan medan magnet tersebut mempengaruhi mesin sehingga berubah posisi menjadi parkir. Hal ini masih dalam tahap pendalaman.

Sopir Taksi Listrik Tes Urine dan Status Sebagai Saksi

Budi juga menjelaskan bahwa sopir taksi listrik berinisial RRP dinyatakan negatif mengonsumsi alkohol melalui tes urine. Saat ini, statusnya masih sebagai saksi dalam kasus kecelakaan maut yang menewaskan 16 orang penumpang.

Sebelumnya, Kombes Pol Budi Hermanto juga mengungkapkan bahwa RRP baru masuk kerja hari ketiga saat kecelakaan terjadi. Sopir taksi listrik Green SM tersebut juga mengaku hanya mendapatkan pelatihan singkat selama satu hari sebelum mulai bekerja.

RRP telah menjalani dua kali pemeriksaan dan statusnya masih sebagai saksi. Kecelakaan tragis itu menewaskan 16 orang dan melukai puluhan lainnya. Insiden tersebut terjadi karena mogoknya taksi Green SM di perlintasan sebidang akibat gangguan sistem kelistrikan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler