Indonesia Raih Peringkat Kedua dalam Ketahanan Energi Dunia Menurut JP Morgan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan ketahanan energi yang kokoh, dinilai oleh JP Morgan sebagai negara terbaik kedua di dunia dalam hal tersebut. Penilaian tersebut didasarkan pada laporan Eye on the Market dari JP Morgan Asset Management yang menganalisis 52 negara konsumen energi terbesar di dunia.
Produksi Energi Migas dan Kebutuhan Domestik
Indonesia menempati peringkat kedua setelah Afrika Selatan dalam daftar negara dengan ketahanan energi yang baik. Prestasi ini didorong oleh produksi domestik migas yang besar, terlebih lagi dengan potensi energi baru dan terbarukan yang melimpah di seluruh wilayah Indonesia. Produksi lifting minyak Indonesia pada tahun 2025 mencapai target APBN sebesar 605 ribu barel per hari (bph) dan ditingkatkan menjadi 610 ribu bph pada tahun ini.
Eksplorasi Potensi Gas di Kalimantan Timur
Sebagai contoh, hasil eksplorasi sumur Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, menemukan potensi sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) serta 300 juta barel kondensat. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya produksi gas Indonesia pada tahun 2028-2029. Selain itu, pemerintah terus berupaya mengurangi impor bahan bakar minyak dengan pengembangan biodiesel 50 persen (B50) dan upaya pengurangan impor LPG dengan alternatif seperti Dimetil Eter (DME) dan Compressed Natural Gas (CNG).


