Kiandra Ramadhipa: Yogyakarta Perlu Sirkuit Permanen untuk Pengembangan Atlet Balap Motor
Pembalap muda Indonesia, Muhammad Kiandra Ramadhipa, menyatakan bahwa Yogyakarta membutuhkan sirkuit permanen guna mendukung pembinaan atlet balap motor serta mempermudah proses latihan para pembalap muda di daerah tersebut.
Facilitas Latihan Terbatas Tak Surutkan Semangat
Kiandra menegaskan bahwa meskipun menghadapi keterbatasan fasilitas latihan, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk berkembang sebagai pembalap. Namun, kehadiran sirkuit permanen di Yogyakarta diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas atlet serta melahirkan bakat-bakat baru di dunia balap motor.
Menurut Kiandra, dengan adanya sirkuit permanen, ia akan dapat berlatih lebih maksimal lagi. Pembalap asal Sleman ini tetap berusaha memaksimalkan latihan meski terbatas, dan memanfaatkan segala sarana yang ada untuk menjaga kesiapan fisik dan tekniknya.
Doni Tata Pradita: Yogyakarta Basis Pembinaan Pembalap Nasional
Selain Kiandra, mantan pembalap Moto2 Indonesia, Doni Tata Pradita, juga berpendapat bahwa Yogyakarta memerlukan sirkuit permanen guna mendukung pembinaan pembalap. Meski Yogyakarta telah melahirkan banyak pembalap berprestasi, fasilitas latihan yang memadai masih menjadi kebutuhan utama.
Doni menyebut Yogyakarta sebagai salah satu basis pembinaan pembalap nasional. Meskipun dihadapkan pada keterbatasan, Yogyakarta terbukti mampu melahirkan pembalap-pembalap yang dapat bersaing di level internasional.
Kiandra sendiri sedang meniti karier di level internasional melalui Red Bull Rookies Cup dan Moto3 JuniorGP. Kemenangannya dalam Red Bull Rookies Cup di Sirkuit Jerez, Spanyol, menambah daftar prestasi pembalap-pembalap asal Yogyakarta seperti Veda Ega Pratama yang telah berkompetisi di Moto3.
Dengan potensi yang dimiliki Yogyakarta dalam melahirkan pembalap berbakat, hadirnya sirkuit permanen di daerah tersebut diharapkan dapat semakin mendukung perkembangan dunia balap motor Indonesia.


