Polda Metro Jaya Dalami Faktor Human Error dalam Kecelakaan Beruntun di Bekasi
Pada Senin (27/4) malam, Polda Metro Jaya menyoroti penyelidikan terhadap dugaan faktor kelalaian manusia (human error) dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan KRL dan kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur.
Penyidikan Fokus pada Kemungkinan Penyebab Kecelakaan
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menjelaskan bahwa saat ini penyidik sedang memeriksa berbagai kemungkinan penyebab kecelakaan, termasuk human error serta gangguan pada sistem komunikasi perkeretaapian. Penyidikan difokuskan pada kemungkinan kelalaian manusia dan kendala sistem, dan semua masih dalam proses pendalaman.
Budi menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan pada berbagai pihak kunci terkait, termasuk sopir taksi online yang diduga menjadi pemicu awal kejadian serta masinis dari kedua kereta yang terlibat. Tujuannya adalah untuk mengurai secara detail rangkaian peristiwa sebelum hingga saat kecelakaan terjadi.
Detil Kecelakaan Beruntun di Bekasi
Peristiwa tersebut bermula ketika sebuah taksi online berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera, menghambat laju KRL yang sedang melintas. Akibatnya, KRL berhenti di jalurnya dan kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek. Benturan keras tersebut menyebabkan kerusakan parah pada kedua kereta tersebut.
Data sementara mencatat total korban mencapai 106 orang, dengan 90 orang mengalami luka-luka, 46 orang masih menjalani perawatan medis, dan 44 lainnya telah pulang. Sedangkan korban meninggal dunia sebanyak 16 orang.
Proses hukum akan berjalan transparan dan profesional, serta tidak menutup kemungkinan adanya penetapan tersangka apabila ditemukan kelalaian yang menyebabkan kecelakaan. Polda Metro Jaya juga memastikan penanganan korban tetap menjadi prioritas, dengan memberikan pendampingan medis dan psikologis kepada korban selamat dan keluarga korban yang meninggal dunia.
Polisi juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang serta patuh terhadap aturan demi mencegah terulangnya kecelakaan serupa di masa depan.


