Bank Neo Commerce Tbk Catat Laba Rp136,98 Miliar pada Kuartal I-2026
Jakarta – Bank Neo Commerce Tbk (BNC) meraih laba sebesar Rp136,98 miliar pada kuartal pertama tahun 2026. Direktur Utama BNC, Eri Budiono, mengungkapkan bahwa pencapaian positif ini merupakan hasil dari upaya bank untuk mempertahankan tren kinerja yang baik ke depan.
Kinerja Keuangan
Pada 31 Maret 2026, dana pihak ketiga (DPK) BNC turun menjadi Rp13,42 triliun dari Rp13,69 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Meski begitu, terjadi peningkatan pada tabungan sebesar 8,62 persen menjadi Rp3,50 triliun, sementara deposito mengalami kontraksi 2,18 persen.
Bank Neo Commerce juga mencatat penurunan penyaluran kredit menjadi Rp7,03 triliun, dengan Non Performing Loan (NPL) neto yang tetap terjaga sebesar 0,43 persen. Total aset bank ini meningkat 0,94 persen menjadi Rp18,34 triliun.
Proyeksi dan Layanan
Berkaitan dengan efisiensi, rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) BNC per 31 Maret 2026 adalah 83,68 persen, sementara Cost to Income ratio (CIR) sebesar 32,93 persen, dan Net Interest Margin (NIM) mencapai 13,50 persen.
Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) BNC mencapai 50,60 persen, yang meningkat signifikan dari tahun sebelumnya. Bank juga tengah menggarap layanan Buy Now Pay Later (BNPL) untuk memperluas akses pembiayaan.
Perkembangan Saham dan Outlook
Selain itu, saham BNC telah mencatatkan performa yang baik dengan menjadi anggota baru Indeks Economic 30y, menunjukkan tingginya kepercayaan pasar terhadap kinerja dan prospek bank ini. Eri menyatakan optimisme untuk meraih kinerja positif sepanjang tahun 2026.


