Sunday, May 17, 2026
HomeBursaPertemuan The Fed Membuat IHSG Berpotensi Volatil

Pertemuan The Fed Membuat IHSG Berpotensi Volatil




<a href="https://portalnu.com/2026/05/07/ihsg-menguat-berkat-koreksi-harga-minyak-dan-optimisme-damai-as-iran/">IHSG</a> Berpotensi Volatil di Tengah Wait and See Pertemuan The Fed

IHSG Berpotensi Volatil di Tengah Wait and See Pertemuan The Fed

Kiwoom Research tetap ingatkan para investor untuk bersiap menghadapi kemungkinan tutup gap di titik 7.022 atau konsolidasi lanjut ke level 7.000 – 6.917. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi bergerak volatil pada Selasa di tengah sikap wait and see pelaku pasar terhadap pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.

Pergerakan IHSG dan LQ45

IHSG dibuka dengan kenaikan 21,95 poin atau 0,31 persen ke posisi 7.128,47, sementara Indeks LQ45 naik 1,76 poin atau 0,26 persen ke posisi 688,50. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyampaikan peringatan kepada investor terkait potensi pergerakan IHSG.

Dari luar negeri, ketegangan antara AS dan Iran tetap menjadi faktor penggerak. Presiden AS Donald Trump membatalkan negosiasi dengan Iran sambil menegaskan sikap keras AS, sementara Iran menawarkan kesepakatan terkait Selat Hormuz tanpa isu nuklir.

Pertemuan The Fed dan BoJ

Pelaku pasar sangat memperhatikan pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed yang berlangsung pada 28 dan 29 April. Diperkirakan suku bunga akan dipertahankan dalam pertemuan ini. Selain itu, keputusan Bank of Japan (BoJ) juga diperhitungkan dengan dugaan akan mempertahankan suku bunga di level 0,75 persen.

Di dalam negeri, BEI akan merombak IDX30, LQ45, dan IDX80 efektif 4 Mei 2026. Fokus perombakan akan pada free float, likuiditas, dan eliminasi HSC yang membuat big caps keluar dari perhitungan.

Situasi Makro

Rating dari Moody’s tetap di Baa2 namun outlook diturunkan menjadi negatif, menunjukkan tekanan fiskal yang mulai meningkat. Pemerintah juga merespons lonjakan harga energi dengan menggratiskan PPN tiket pesawat selama 60 hari.

Dari sisi global, Indonesia masih dalam kategori secondary EM, namun Vietnam naik ke emerging market. Perdagangan saham Eropa dan AS pada Selasa menunjukkan pergerakan yang beragam.

Situasi Bursa Regional

Pagi ini, bursa saham Asia juga terlihat bervariasi, dengan Nikkei melemah, Hang Seng turun, Shanghai sedikit melemah, dan Strait Times menguat. Pelaku pasar diharapkan waspada terhadap berbagai faktor eksternal dan menjaga strategi investasi mereka secara cermat.


Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler