Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur
Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa korban tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin malam, mencapai 15 orang. Dari jumlah tersebut, 10 jenazah berada di RS Polri, 3 jenazah di RSUD Bekasi, satu jenazah di RSU Bella, dan satu jenazah di RS Mitra Keluarga.
Laporan dari Keluarga Korban
Sebanyak tujuh keluarga korban kecelakaan KRL di Bekasi Timur telah melapor ke posko identifikasi korban (Disaster Victim Identification/DVI) RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Keluarga korban sangat dibutuhkan datanya untuk proses identifikasi korban yang masih dalam penanganan tim forensik.
Kepala RS Polri Kramat Jati, Prima Heru Yulihartono, menyatakan bahwa telah ada tujuh keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya ke posko sebelum kematian (ante mortem). Data dari keluarga ini penting untuk mencocokkan identitas korban dengan kantong jenazah yang sedang dalam proses identifikasi.
Proses Identifikasi Korban
RS Polri telah menerima 10 kantong jenazah sejak dini hari, semuanya berjenis kelamin perempuan dan masih dalam proses identifikasi. Identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data ante mortem dari keluarga dengan data post mortem hasil pemeriksaan forensik. Kehadiran keluarga korban sangat memengaruhi kecepatan proses identifikasi.
Prima Heru Yulihartono menekankan pentingnya kerjasama dari keluarga korban untuk mempercepat proses identifikasi korban. Layanan masih terbuka bagi keluarga lain yang belum melapor dan diharapkan segera datang ke Posko Ante Mortem di RS Polri Kramat Jati.
Artikel ini disadur dari sumber yang sama.


