Anggota DPR Tekankan Pentingnya Evaluasi Keselamatan Transportasi Kereta di Bekasi
Jakarta (ANTARA) – Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hadi mendorong evaluasi sistem keselamatan kereta pascatabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam. Abdul Hadi menekankan perlunya evaluasi menyeluruh, terutama pada aspek persinyalan, proteksi perjalanan kereta, dan pengamanan perlintasan sebidang.
Perlunya Evaluasi Menyeluruh
Ia menegaskan bahwa keselamatan transportasi publik harus menjadi prioritas utama, bukan hanya sekadar kecelakaan biasa. Abdul Hadi juga mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi secara menyeluruh, transparan, dan berbasis pada semua aspek, baik faktor manusia, teknis, maupun sistem operasional.
Rangkaian Peristiwa Pascatabrakan
Berdasarkan informasi awal, kecelakaan itu diduga bermula dari taksi listrik yang tertemper KRL di perlintasan sebidang nomor 85. Kejadian tersebut memicu rangkaian peristiwa lanjutan, di mana sebuah KRL lain tertahan di belakang KRL yang tertemper taksi listrik, dan kemudian terjadilah tabrakan dengan kereta jarak jauh relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi.
Abdul Hadi menyoroti bahwa rantai kejadian harus dibuka secara terang untuk memastikan tidak ada kegagalan sistem, prosedur, atau koordinasi dalam kejadian tersebut. Dia juga menekankan perlunya evaluasi total terhadap infrastruktur, pengawasan, dan disiplin pengguna jalan terutama di perlintasan sebidang.
Sebagai langkah ke depan, Abdul Hadi mendorong penutupan perlintasan sebidang yang berisiko tinggi, pembangunan flyover dan underpass di koridor padat, serta implementasi teknologi keselamatan seperti ATP guna memastikan keselamatan transportasi kereta.
Pada akhirnya, keselamatan transportasi kereta harus didasarkan pada sistem berlapis yang kuat, mulai dari teknologi hingga disiplin pengguna jalan. Abdul Hadi juga menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban insiden tersebut dan keluarganya.
Sumber: ANTARA


