Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pencopotan dua direktur jenderal baru-baru ini merupakan bagian dari kebijakan rotasi pegawai yang rutin dilakukan di Kementerian Keuangan. Kedua direktur jenderal yang dicopot adalah Febrio Nathan Kacaribu dan Luky Alfirman. Menurut Purbaya, rotasi tersebut adalah proses biasa yang dilakukan setiap beberapa tahun tanpa ada hal istimewa. Meskipun dinamika internal organisasi mempengaruhi keputusan tersebut dalam skala kecil.
Purbaya juga mengakui adanya informasi yang tidak akurat terkait dengan kondisi keuangan negara dan kemampuannya dalam bertemu dengan investor. Oleh karena itu, dia sedang melakukan perbaikan di Kementerian Keuangan untuk menjaga kredibilitas pemerintah di mata publik dan pelaku pasar. Dalam hal perbedaan pendapat, Purbaya menekankan bahwa hal tersebut adalah hal wajar dalam lingkungan Kementerian Keuangan, namun misinformasi dapat merusak reputasi pemerintah.
Untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh dua pejabat sebelumnya, Purbaya telah menunjuk pelaksana harian, yaitu Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi Ferry Ardianto serta Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Sudarto. Selain itu, Purbaya juga berencana untuk melakukan seleksi calon kandidat untuk posisi strategis eselon I dan melaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap dapat melaporkan nama-nama kandidat terpilih pada bulan Mei 2026 mendatang.


