Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempersiapkan uji laboratorium bersama produsen bahan bakar Bobibos, PT Inti Sinergi Formula. Tujuan dari pemanggilan ini adalah untuk menyelesaikan detail rencana pengujian laboratorium dan memastikan standar serta klasifikasi produk sebelum diluncurkan secara luas. Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Noor Arifin Muhammad menekankan pentingnya Bobibos melakukan pengujian yang diperlukan untuk menentukan jenis bahan bakar yang tepat.
Pengujian laboratorium akan dilakukan secara komprehensif oleh Lemigas untuk mengidentifikasi karakteristik bahan bakar sebelum dilakukan pengujian lebih lanjut. Pada tahap awal, pengujian akan mencakup berbagai aspek seperti sifat fisika dan kimia, stabilitas, kompatibilitas dengan mesin, kualitas penyalaan, dan lainnya. Setelah lolos uji laboratorium, Bobibos akan masuk ke tahap uji jalan untuk mensimulasikan kondisi penggunaan kendaraan dalam keadaan nyata.
Hasil dari rangkaian pengujian tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menetapkan kebijakan energi. Meskipun disambut positif sebagai inovasi dalam krisis energi global, Bobibos harus memenuhi standar BBN atau BBM yang berlaku sebelum dipasarkan. Bobibos, bahan bakar ramah lingkungan berbahan dasar limbah jerami padi, memiliki nilai oktan tinggi RON 98. Proses pengujian ini penting untuk memastikan keamanan dan kualitas produk sebelum digunakan oleh konsumen.


