Sunday, May 17, 2026
HomeBisnisHubungan Ekonomi Indonesia-AS: Dorongan Ekonom untuk Tata Ulang.

Hubungan Ekonomi Indonesia-AS: Dorongan Ekonom untuk Tata Ulang.

Indonesia harus memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat kemandiriannya dalam menentukan kebijakan ekonomi. Para ekonom mempertimbangkan pentingnya penataan ulang hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat guna menghadapi lanskap geoekonomi global yang semakin berubah.

Menurut Ekonom Senior Farouk Abdullah Alwyni, saat ini banyak pemimpin dunia mulai mengurangi ketergantungan terhadap AS. Presiden RI Prabowo Subianto juga telah merespons hal ini dengan kunjungan diplomatik ke beberapa negara untuk diversifikasi mitra strategis.

Farouk menyoroti bahwa Presiden Prancis dan Perdana Menteri Singapura telah menyuarakan kemandirian strategis melalui skenario “the world minus one”. Selain itu, negara-negara Eropa dan Kanada juga mulai mengambil jarak dari AS untuk kebijakan luar negeri yang lebih independen.

Di kawasan regional, Malaysia misalnya telah membatalkan sejumlah kesepakatan tarif dengan AS setelah adanya putusan Mahkamah Agung yang menggugurkan kebijakan era Donald Trump. Hal ini menunjukkan adanya tren untuk menjauh dari ketergantungan terhadap kebijakan ekonomi AS.

Untuk menghadapi dinamika global ini, Farouk menyarankan pemerintah Indonesia untuk mengevaluasi hubungan perdagangan dengan AS. Presiden Prabowo sendiri telah melakukan langkah-langkah untuk memperkuat kerja sama alternatif dengan negara seperti Rusia, terutama dalam sektor energi.

Langkah tersebut dinilai strategis mengingat posisi Indonesia yang berusaha untuk tetap netral dalam rivalitas kekuatan besar. Penting bagi Indonesia untuk memastikan kedaulatannya dan menjaga kepentingan jangka panjang dengan mengkaji ulang kerja sama strategis dengan AS.

Selain itu, langkah-langkah ini bukan bertujuan untuk melakukan konfrontasi dengan AS, melainkan sebagai upaya untuk memastikan posisi Indonesia sebagai negara merdeka dan mandiri dalam menentukan kebijakan ekonomi.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler