Industri perhotelan di Jakarta Barat menerima bantuan dari Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) untuk mendongkrak penurunan yang terjadi pada tahun 2026. Gun Gun Mujiantara, Kepala Seksi Industri Perhotelan Sudin Parekraf Jakbar, menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari promosi digital hingga penyelenggaraan bimbingan teknis (bimtek), untuk membantu hotel-hotel binaan. Tim media sosial Sudin Parekraf dan Kota Jakarta Barat ikut terlibat dalam pembuatan video promosi hotel, sedangkan kegiatan bimtek di hotel dihadirkan sebagai cara untuk memaksimalkan anggaran yang terbatas.
Pihak Gun Gun juga mencoba mendorong Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dan lembaga kementerian lain untuk mengadakan kegiatan serupa guna mendukung industri perhotelan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menunjukkan penurunan tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang dan non-bintang, serta rata-rata lama menginap tamu. Mayoritas tamu hotel bintang di Jakarta pada Februari 2026 adalah warga Indonesia.
Upaya promosi dan penyelenggaraan bimtek diharapkan dapat membantu memulihkan industri perhotelan yang lesu. Sudin Parekraf Jakbar memperhatikan aspek digitalisasi dan kemandirian pelaku usaha sebagai langkah untuk meningkatkan kehadiran online dan memperkuat industri turisme di wilayah Jakarta Barat. Tindakan pengawasan terhadap tempat hiburan selama bulan Ramadhan juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Jaksel dan Jakut untuk menjaga sektor perhotelan dan pariwisata.


