Monday, May 18, 2026
HomeFinansialRupiah Terdampak Sentimen Risk-Off Akibat Ketidakpastian di Timur Tengah

Rupiah Terdampak Sentimen Risk-Off Akibat Ketidakpastian di Timur Tengah

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menyatakan bahwa nilai tukar rupiah masih terpengaruh oleh sentimen risk-off akibat ketidakpastian potensi perjanjian damai antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah. Laporan bahwa Gedung Putih masih menunggu tanggapan dari Iran sebelum memulai perundingan perdamaian menjadi pemicu sentimen tersebut. Investor menginterpretasikan hal ini sebagai tanda tingginya ketidakpastian terkait proses perdamaian.

Pada Jumat pagi, nilai tukar rupiah menguat menjadi Rp17.280 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.286 per dolar AS. Washington dan Teheran sebelumnya telah mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu pada tanggal 7 April 2026, namun pembicaraan di Islamabad, Pakistan, tanpa kesimpulan. Setelah gagal mencapai kesepakatan, AS mengumumkan blokade terhadap kapal-kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.

Meskipun Iran siap untuk melanjutkan negosiasi demi mencapai perdamaian, ada keraguan mengenai ketulusan AS. Berdasarkan sentimen global, rilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) awal AS periode April 2026 menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan. Sementara itu, rilis Initial Jobless Claims AS untuk pekan yang berakhir 18 April 2026 meningkat secara mengejutkan.

Dengan pertimbangan berbagai faktor tersebut, nilai tukar rupiah diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Rp17.225-Rp17.350 per dolar AS. Sentimen global dan ketegangan geopolitik yang masih berlangsung memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan mata uang. Kondisi ekonomi AS yang tetap stabil di tengah situasi tersebut menjadi faktor penting dalam menentukan arah nilai tukar rupiah.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler