PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, melalui program Klasterku Hidupku telah membina 43.789 klaster usaha hingga Maret 2026. Program ini didukung oleh sekitar tiga ribu kegiatan pemberdayaan, mulai dari pelatihan hingga penyaluran sarana dan prasarana produksi. Upaya ini difokuskan pada sektor-sektor riil yang memberikan nilai tambah langsung dan mendukung perkembangan ekonomi daerah.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa BRI terus memperluas program Klasterku Hidupku sebagai bentuk pemberdayaan untuk mendampingi pelaku usaha, terutama petani, agar bisa berkembang secara berkelanjutan dan meningkatkan statusnya. Penderdayaan berbasis komunitas dinilai lebih efektif untuk UMKM karena tidak hanya berfokus pada aspek finansial, tetapi juga pada perilaku, kapasitas, dan jejaring usaha secara kolektif.
BRI telah berhasil membina klaster yang berada pada sektor produksi sebesar 82,39%, dengan sektor pertanian sebagai kontributor terbesar mencapai 48,26%. Sementara itu, sektor non-produksi menyumbang sebesar 17,61%. Kedua sektor ini dianggap sebagai motor utama dalam menciptakan nilai tambah dan menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah.
Program Klasterku Hidupku juga mendorong kemandirian pangan, pemerataan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemberdayaan berbasis klaster dipandang sebagai cara untuk memperkuat struktur ekonomi dari masyarakat kecil. Melalui pengelompokan berdasarkan sektor dan wilayah yang sama, pelaku usaha tidak hanya berkembang individu, tetapi juga saling terhubung dalam ekosistem yang memperkuat kapasitas kolektif dan membangun rantai nilai yang lebih terintegrasi di tingkat lokal.
Dukungan BRI dalam pengembangan klaster usaha juga memunculkan peluang bagi lahirnya komoditas unggulan bernilai tambah tinggi. Selain memberikan akses keuangan, BRI juga memperkuat hubungan antar pelaku usaha dalam satu ekosistem yang saling mendukung, sehingga meningkatkan kapasitas produksi secara kolektif.
Menguatkan klaster usaha, BRI juga memperluas akses keuangan di tingkat komunitas. Dari lebih dari 508 ribu anggota klaster, sekitar 87,7% telah memiliki rekening di BRI dan terhubung dengan fasilitas pembiayaan untuk mendukung kelangsungan usahanya. Melalui program ini, BRI ingin memperkuat peran sebagai agen pembangunan dalam mendukung UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif.


