Pagi ini, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak melemah dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak mentah global yang bertahan di level tinggi. IHSG dibuka turun 0,53 poin atau 0,01 persen ke posisi 7.378,07, sementara Indeks LQ45 turun 1,51 poin atau 0,10 persen ke posisi 715,75. Ketegangan antara AS dan Iran, serta pelemahan Rupiah di dalam negeri, juga ikut mempengaruhi sentimen pasar. Peningkatan ketegangan di Selat Hormuz dan pertempuran antara angkatan laut AS dengan Iran menimbulkan ketidakpastian terkait prospek perundingan perdamaian di masa depan. Presiden AS Donald Trump telah memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, tetapi ketegangan masih meningkat. Harga minyak dunia Brent dan WTI berada di level tinggi, mengkhawatirkan potensi inflasi dan defisit anggaran belanja. Meskipun demikian, hasil kinerja positif dari emiten besar membantu membatasi pelemahan IHSG. Di pasar saham global, Eropa dan AS mayoritas melemah, sementara bursa Asia mengalami pergerakan campuran. Nikkei menguat, sementara Hang Seng, Shanghai, dan Strait Times melemah. Seluruh situasi ini menciptakan ketidakpastian di pasar saham global yang perlu dipantau.


