Nelayan ikan sapu-sapu di Sungai Ciliwung kawasan Kalibata, Jakarta Selatan sangat bergantung pada kondisi air yang ada, terutama saat musim hujan dan banjir. Ajum, seorang nelayan ikan sapu-sapu, mengungkapkan bahwa hasil tangkapan ikan ini bisa mencapai 20-30 kg ketika air dalam kondisi baik, namun terbatas hanya 10 kg saat banjir melanda. Harga jual ikan sapu-sapu saat ini berkisar antara Rp15.000 hingga Rp18.000 per kilogram. Kondisi sungai yang kurang baik dapat membuat pendapatan nelayan tidak menentu, terkadang hanya cukup untuk menutup biaya operasional harian. Ajum biasanya menyusuri aliran sungai selama lima hingga enam jam setiap harinya untuk mencari ikan, meski dihadapkan pada berbagai risiko seperti arus deras dan benda hanyut.
Hasil tangkapan ikan sapu-sapu nelayan umumnya dijual ke pengepul dan diolah menjadi berbagai produk makanan seperti cilok, nugget, otak-otak, dan kerupuk. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun akan melakukan pembersihan sungai dan saluran air serta ikan sapu-sapu di ibu kota. Tindakan ini dilakukan karena ikan sapu-sapu dinilai dapat merusak tanggul dan juga memangsa ikan-ikan lain beserta telurnya. Kegiatan ini juga merupakan persiapan menghadapi musim hujan yang diperkirakan akan berlangsung pada September 2026. Menurut Ajum, pekerjaan sebagai nelayan ikan sapu-sapu tidaklah mudah dan penuh risiko, namun tetap dilakoni untuk mencari nafkah.


