Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) bekerjasama dengan Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia dan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dalam upaya memperkuat sepak bola putri Indonesia. Kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan sepak bola putri melalui program pembinaan usia dini dan tim nasional putri U-17. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa kerja sama ini akan membantu meningkatkan level pemain muda putri Indonesia.
Dalam kerja sama ini, PSSI dan FFF akan melakukan pembinaan pesepak bola usia dini di Bandung, Jawa Barat, melaksanakan coaching clinic untuk pelatih dan ofisial, serta mengirimkan 20 pemain sepak bola dan delapan ofisial ke Clairefontaine, pusat pelatihan dan akademi sepak bola Prancis. Para pemain yang dikirim merupakan gabungan dari Program Hydro Plus dan pemain tim nasional putri Indonesia U-17. Mereka akan menjalani latihan dan uji coba dengan tim akademi yang ditunjuk oleh FFF.
Erick menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pesepak bola putri muda di Indonesia. Ia juga menekankan bahwa Prancis memainkan peran penting dalam sejarah sepak bola dunia, dengan Paris sebagai tempat di mana Kantor FIFA pertama kali berdiri. Selain itu, Prancis juga telah meraih prestasi dengan menjuarai Piala Dunia.
Menyambut baik kerja sama ini, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, menyatakan bahwa langkah ini merupakan upaya kedua federasi sepak bola untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Ia juga menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya terbatas pada sepak bola, namun juga terbuka untuk cabang olahraga lain.
Kerja sama ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah kedua negara yang memiliki hubungan dekat, dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kementerian Olahraga RI yang mendorong kerjasama di bidang olahraga. Hal ini mencerminkan upaya untuk memperkaya program olahraga kedua negara dan meningkatkan kerjasama di masa depan.


