Pada Jumat (17/4), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan pembersihan sungai dan saluran air serta ikan sapu-sapu di ibu kota. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan alasan pentingnya membersihkan ikan tersebut karena kadar batas toksin yang terukur di laboratorium melebihi batas yang aman untuk dikonsumsi. Selain itu, ikan sapu-sapu juga dapat merusak tanggul-tanggul yang menjadi tempat persembunyian, serta dapat mengganggu ekosistem sungai dengan memakan ikan lokal dan telur-telurnya.
Ikan ini berasal dari Amerika Selatan dan dapat bertahan hidup di berbagai kondisi cuaca dan air yang tidak sehat. Oleh karena itu, kegiatan pembersihan sungai juga merupakan upaya untuk memperbaiki saluran air, pengerukan lumpur, dan persiapan menghadapi musim hujan yang diprakirakan akan tiba pada bulan September mendatang. Langkah-langkah ini dilakukan tidak hanya untuk menjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga keamanan kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar sungai-sungai Jakarta.
Pramono Anung berkomitmen untuk menjaga kebersihan sungai dan saluran air di DKI Jakarta demi kesehatan dan keselamatan warga. Dukungan terhadap kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem sungai di ibu kota.


