Harga emas diprediksi akan mengalami tren positif setelah turun 12 persen pada Maret 2026, menurut Dewan Emas Dunia. Senior Quantitative Analyst World Gold Council, Johan Palmberg, menyatakan bahwa penurunan tersebut merupakan yang terdalam dalam 13 tahun terakhir. Meskipun demikian, terdapat indikasi bahwa harga emas akan mengalami tren positif pada bulan April ini. Risiko jangka pendek yang masih ada termasuk mobilisasi bank sentral dan pengurangan beban utang. Penurunan harga emas sebelumnya dipicu oleh aksi jual besar-besaran investor retail dan spekulasi pasar tentang aksi jual emas oleh bank-bank sentral dunia. Meskipun terdapat potensi pergerakan positif harga emas, masih ada risiko seperti konflik di Timur Tengah yang dapat memengaruhi harga minyak dunia dan mengakibatkan pengurangan beban utang yang lebih lanjut. Meskipun faktor fundamental masih mendukung, pergerakan harga emas dalam jangka pendek kemungkinan akan sangat sensitif terhadap kebutuhan likuiditas yang dipicu oleh konflik, bukan hanya sinyal makroekonomi. Arus masuk ETF emas juga terpantau positif di berbagai regional dengan permintaan lindung nilai jangka pendek yang tinggi. Berdasarkan laporan anekdotal, permintaan dari segmen manajemen kekayaan, sektor retail, dan permintaan fisik untuk emas mulai stabil.


