Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mendorong pimpinan wilayah dan cabang untuk meningkatkan penyerapan gabah petani guna mencapai target nasional. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi dampak El Nino dan gejolak geopolitik global. Rizal mengatakan bahwa periode Juni hingga Juli diprediksi sebagai puncak El Nino yang bersamaan dengan masa panen raya di berbagai sentra produksi padi di Indonesia. Cuaca panas di saat panen dianggap menguntungkan karena membantu proses pengeringan gabah, sehingga kualitas hasil panen petani lebih baik.
Dengan percepatan penyerapan ini, Bulog optimis target penyerapan 4 juta ton beras dapat tercapai, sambil menjaga stabilitas pasokan pangan nasional sepanjang tahun. Data per 13 April 2026 menunjukkan bahwa penyerapan Bulog telah mencapai sekitar 48,7 persen atau setara dengan 1,9 juta ton beras dari target pemerintah. Saat ini, stok beras Bulog mencapai 4,727 juta ton dan diperkirakan akan mencapai 5 juta ton dalam waktu dekat.
Rizal menegaskan bahwa kerja keras Bulog hampir tanpa hari libur guna memastikan penyerapan dan pengelolaan beras sesuai target. Kepala Bulog juga berharap dengan kerjasama dan solidaritas dalam seluruh jajaran, target penyerapan gabah dapat tercapai untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Tak hanya itu, Bulog juga berkomitmen untuk menjaga ketersediaan pangan nasional aman di tengah tekanan global dan perubahan iklim.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Bulog meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak untuk memperkuat ketahanan pangan. Hal ini termasuk mengantisipasi perubahan iklim dengan sinergi antara berbagai kementerian/lembaga, BUMN pangan, dan BMKG. Bulog juga memperkuat koordinasi dengan DPR RI, sektor swasta logistik, serta membentuk command center di Kantor Pusat Perum Bulog untuk memantau dinamika global dan potensi El Nino secara real-time.
Untuk menjaga stabilitas harga, Bulog rutin memantau pasar bersama Badan Pangan Nasional dan Satgas Pangan, selain melakukan operasi pasar dan pengawasan produsen secara langsung di lapangan. Seluruh upaya ini dilakukan demi menjaga ketahanan pangan nasional dan memastikan ketersediaan beras selalu aman di tengah tantangan eksternal.


