Pasar saham Indonesia menunjukkan kenaikan pada Selasa sore mengikuti sentimen positif dari bursa regional Asia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 2,34 persen menjadi 7.675,95, sementara indeks LQ45 naik 2,41 persen ke level 764,32. Kenaikan ini didorong oleh harapan akan kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah adanya sinyal diplomatik positif. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran berusaha mencapai kesepakatan, sedangkan Presiden Iran Pezeshkian menunjukkan kesiapannya untuk melanjutkan pembicaraan sesuai dengan hukum internasional. Harapan adanya kesepakatan baru telah membawa harga minyak turun, meredakan tekanan inflasi, dan mengurangi taruhan agresif di bank sentral utama. Dari dalam negeri, data retail sales Indonesia bulan Februari 2026 tumbuh 6,5 persen year on year, mencerminkan ketahanan ekonomi dalam negeri di tengah ketidakpastian global. Perdagangan saham ditutup dengan 548 saham naik, 151 saham turun, dan 119 tidak bergerak nilainya. Sektor infrastruktur, industri, dan energi mengalami kenaikan, sementara sektor barang konsumen non-primer mengalami penurunan. Dalam perdagangan ini, beberapa saham yang mendapatkan kenaikan harga adalah RICY, PURI, PPRE, DEFI, dan BAPA, sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan harga adalah MSIN, TRUK, DFAM, MMIX, dan LUCY. Di bursa regional Asia, indeks Nikkei, Shanghai, dan Strait Times menguat, sementara indeks Hang Seng melemah. Keseluruhan, sentimen positif dari bursa regional Asia ikut mendongkrak kinerja pasar saham Indonesia.


