Penjaga gawang sekaligus kapten tim nasional Italia, Gianluigi Donnarumma, mengaku menangis setelah tim Azzurri kembali gagal lolos ke Piala Dunia setelah dikalahkan Bosnia dan Herzegovina. Kekalahan melalui adu penalti di babak playoff membuat Italia absen dalam tiga edisi Piala Dunia berturut-turut, sebuah pukulan telak bagi tim juara dunia tersebut. Donnarumma, yang kini bermain untuk Manchester City, sudah membela timnas sejak usia 17 tahun namun belum pernah merasakan bertanding di Piala Dunia.
Kesedihan yang dirasakan Donnarumma bukan hanya dirasakan olehnya saja, tapi juga oleh seluruh tim dan para pendukung. Dirinya tetap bangga memimpin tim Azzurri, meskipun hasilnya tidak sesuai harapan. Dalam laga itu, Donnarumma gagal menghalau tendangan penalti dari Bosnia dan Herzegovina, sementara dua pemain Italia juga gagal menjalankan tugasnya. Media nasional Italia menyoroti kegagalan ini, namun Donnarumma menegaskan pentingnya tim bangkit dan memperbaiki mentalitas.
Donnarumma mengajak rekan-rekan setimnya untuk menemukan keberanian dan semangat baru demi masa depan sepak bola Italia. Menurutnya, penting untuk memperbaiki kepercayaan diri tim di level internasional. Kapten timnas Italia itu menekankan perlunya kekuatan, semangat, dan keyakinan untuk membalik halaman dan memulai kembali.


