Pelatih baru Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, menegaskan bahwa dirinya tidak merasa lebih baik daripada para pendahulunya, Thomas Frank dan Igor Tudor. Hal ini disampaikannya menjelang laga pertamanya menangani klub yang berjuang di papan bawah Liga Inggris. De Zerbi menyatakan bahwa dia hanya mencoba membawa gaya, karakter, kepribadian, dan kekuatannya untuk mencapai target klub saat ini. Pelatih asal Italia akan memulai debutnya bersama Spurs dalam pertandingan melawan Sunderland. Saat ini, Tottenham berada hanya satu poin di atas zona degradasi dengan tujuh pertandingan tersisa musim ini. De Zerbi menjadi pelatih ketiga Tottenham musim ini setelah Frank dan Tudor, dan mengaku bangga mendapat kepercayaan untuk menangani klub tersebut.
Tottenham sedang mengalami performa buruk dengan belum meraih kemenangan di liga domestik sepanjang tahun 2026. Mereka juga tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 5-7 dari Atletico Madrid. Situasi ini menempatkan tekanan besar bagi De Zerbi untuk segera membawa perubahan. Mantan pelatih Brighton menilai kesempatan melatih Tottenham sebagai peluang besar dalam kariernya dan menyoroti pentingnya dukungan suporter. De Zerbi juga meminta timnya tampil dengan semangat dan sikap yang tepat di lapangan. Dalam situasi di mana Spurs hanya sekali terdegradasi sejak 1950, De Zerbi diharapkan dapat memberikan perubahan yang signifikan bagi klub tersebut.


