Monday, April 20, 2026
HomeFinansialLonjakan Harga Energi Membuat Ekonomi Asia Timur-Pasifik Terpuruk

Lonjakan Harga Energi Membuat Ekonomi Asia Timur-Pasifik Terpuruk

Bank Dunia memperkirakan bahwa kawasan Asia Timur dan Pasifik akan mengalami perlambatan ekonomi dalam waktu dekat, karena meningkatnya ketegangan geopolitik global yang menyebabkan kenaikan harga energi dunia. Pertumbuhan ekonomi di kawasan ini diperkirakan akan turun menjadi 4,2 persen pada tahun 2026 dari 5,0 persen pada tahun 2025. Kenaikan harga energi global dipicu oleh konflik di Timur Tengah, yang kemudian berdampak negatif pada laju pertumbuhan ekonomi kawasan. Lonjakan harga bahan bakar hingga 50 persen dapat mengakibatkan pemotongan pendapatan masyarakat sebesar 3-4 persen, terutama negara-negara yang bergantung pada impor energi.

Bank Dunia juga menyoroti bahwa konflik di Timur Tengah telah menyebabkan guncangan besar pada harga energi global, dengan indeks gas alam melonjak hingga 90 persen dan harga minyak mentah naik lebih dari 30 persen. Negara-negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik akan merasakan dampak yang berbeda-beda tergantung pada tingkat keterpaparan mereka terhadap kenaikan harga minyak, kerentanan ekonomi, dan kebijakan respons yang mereka ambil.

Negara-negara seperti Fiji, Mikronesia, Tonga, dan Vanuatu termasuk yang paling rentan, sementara negara importir energi besar seperti Thailand dan Mongolia menghadapi tekanan yang signifikan pada neraca perdagangannya. Di sisi lain, negara-negara dengan ekonomi yang lebih kuat seperti Kamboja, Vietnam, dan Indonesia dianggap memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap guncangan tersebut. Keberadaan cadangan strategis, kapasitas kilang domestik, dan penerimaan ekspor komoditas menjadi faktor pendukung ketahanan ekonomi negara tersebut. Menyadari kondisi ini, Bank Dunia menyarankan untuk memberikan dukungan yang tepat bagi masyarakat dan perusahaan serta mendorong reformasi struktural yang dapat memicu pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler