Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan beberapa menterinya untuk melakukan efisiensi energi yang ditargetkan pada sektor-sektor tertentu agar kebijakan hemat energi tersebut dapat tepat sasaran. Hal ini disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, di mana Presiden menerima laporan dari para menteri mengenai antisipasi pemerintah terhadap ketahanan energi nasional di tengah potensi krisis minyak akibat situasi perang di Teluk dan Timur Tengah. Presiden memfokuskan diskusi pada langkah-langkah strategis terkait rencana penghematan energi di berbagai sektor sebagai upaya antisipasi terhadap perubahan politik di kawasan tersebut yang dapat berdampak pada stabilitas pasokan dan harga energi global.
Menteri yang turut serta dalam rapat tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian berupaya memastikan kebijakan penghematan energi bisa berjalan efektif tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satu rencana efisiensi energi yang dijelaskan oleh Menko Bidang Perekonomian adalah penerapan sistem kerja dari rumah (WFH) untuk menghemat penggunaan bahan bakar minyak dari aktivitas perjalanan masyarakat. Skema WFH tersebut direncanakan akan diberlakukan selama satu hari dalam satu minggu kerja, dengan persiapan teknis yang sedang disiapkan untuk implementasinya.
Langkah-langkah efisiensi energi yang diambil oleh Presiden dan pemerintah bertujuan untuk memastikan kelangsungan pasokan energi nasional serta menjaga stabilitas ekonomi dalam situasi ketidakpastian global. Usaha ini melibatkan berbagai sektor spesifik yang menjadi fokus efisiensi energi guna mendukung stabilitas dan ketahanan energi dalam negeri.langkah-langkah efisiensi energi yang diambil oleh Presiden merupakan strategi untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi nasional sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.


