Aryna Sabalenka, petenis tunggal putri nomor satu dunia, mempertimbangkan untuk tidak mengikuti Dubai Tennis Championship setelah mendapat kritik dari direktur turnamen. Sabalenka menganggap komentar direktur turnamen tersebut sebagai keterlaluan dan merasa tidak yakin untuk kembali ke sana. Kritik tersebut muncul setelah Sabalenka dan Iga Swiatek mundur dari Dubai Tennis Championships pada Februari 2026, yang kemudian memicu permintaan pengurangan poin peringkat dari direktur turnamen.
Turnamen Dubai Tennis Championship merupakan ajang bergengsi level WTA 1000, posisinya satu tingkat di bawah Grand Slam. Ketika Sabalenka dan Iga mundur dari turnamen tersebut, direktur turnamen, Salah Tahlak, menyatakan kekecewaannya dan mengusulkan hukuman lebih tegas berupa pengurangan poin peringkat selain denda. Sabalenka menanggapi permintaan tersebut dengan menyebutnya konyol dan meragukan sikap baik dari Tahlak.
Sabalenka menjelaskan bahwa alasan mundurnya dari turnamen Dubai Tennis Championship terkait dengan jadwal tenis yang padat. Dia merasa sulit untuk membuat keputusan tersebut karena khawatir mengecewakan pihak turnamen dan penggemar. WTA sendiri telah menekankan bahwa kesejahteraan atlet menjadi prioritas utama, dan rencana untuk merombak struktur tur sedang dipertimbangkan untuk meningkatkan keseimbangan kompetisi di level tertinggi.
Meski demikian, hingga saat ini pihak Dubai Tennis Championships belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan komentar tentang kontroversi ini. Dengan berbagai pandangan dan pernyataan yang saling bertentangan, isu mundurnya Sabalenka dan Iga dari turnamen Dubai Tennis Championship semakin menjadi sorotan di dunia tenis internasional.


