Federasi Internasional Otomotif (FIA) resmi membatalkan Formula 1 seri Grand Prix Bahrain dan Grand Prix Arab Saudi karena konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Pembatalan ini juga mencakup seri Formula 2, Formula 3, dan F1 Academy yang seharusnya berlangsung pada bulan April. CEO Formula 1, Stefano Domenicali, menyatakan bahwa keputusan ini diambil untuk alasan keamanan mengingat situasi yang sedang terjadi di Timur Tengah.
Meskipun sulit, pembatalan tersebut dianggap tindakan yang tepat pada saat ini. FIA dan promotor balap besar di sana telah memberikan dukungan dan pengertian penuh terhadap keputusan ini. Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menyatakan bahwa keselamatan adalah prioritas utama dan situasi yang tidak menentu di Timur Tengah harus dipertimbangkan secara serius.
Dengan dua seri ini dibatalkan, Formula 1 akan mengalami jeda selama 35 hari dari GP Jepang. Tidak ada seri lain yang akan menggantikan Bahrain dan Arab Saudi. Semua pihak berharap untuk kembali ke sana segera setelah situasi memungkinkan. Pembatalan ini juga tidak akan mempengaruhi GP Miami yang akan berlangsung pada 3 Mei mendatang. Itulah beberapa perkembangan terbaru terkait pembatalan Grand Prix di Timur Tengah.


