Prahdiska Bagas Shujiwo, tunggal putra Indonesia, merasa perlu meningkatkan kekuatan pukulan atau power setelah ia menjadi runner-up Ruichang China Masters 2026. Meskipun harus mengakui keunggulan tuan rumah Sun Chao dalam partai final di Ruichang, China, pada Minggu, Bagas tetap bersyukur dengan hasil tersebut. Ia mengakui kesulitan keluar dari tekanan lawan dalam gim pertama, sementara usahanya untuk mengikuti tempo permainan lawan pada gim kedua juga belum membuahkan hasil yang maksimal. Bagas tidak melihat adanya kendala teknis atau fisik dalam pertandingan tersebut, namun lawannya tampil lebih percaya diri dan mampu mengambil inisiatif serangan dengan tempo cepat. Tekanan pertandingan juga memengaruhi penampilan Bagas, sehingga ia merasa tidak bisa menunjukkan permainan terbaiknya. Sebagai langkah perbaikan, Bagas menegaskan perlunya peningkatan di berbagai aspek, terutama kekuatan pukulannya. Ia menyadari bahwa untuk bersaing lebih baik dengan pemain agresif, ia perlu menambah power dan terus mengevaluasi diri.
Tambahan Power Bagas Setelah Menjadi Runner-Up di Ruichang China Masters
RELATED ARTICLES


