Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan pentingnya kegiatan temu bisnis (business matching) sebagai langkah untuk meningkatkan kerja sama dan memperluas akses pasar bagi pelaku industri kecil menengah (IKM) kerajinan nasional. Melalui forum business matching, pelaku IKM kerajinan dapat terlibat langsung dengan pembeli dan mitra industri untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat ekosistem industri kerajinan nasional sehingga mampu bersaing lebih baik di pasar. Industri kerajinan dianggap memiliki potensi besar dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi dan memperkuat identitas budaya Indonesia di skala global. Penguatan konektivitas antara pelaku IKM dengan pembeli dan mitra industri di kegiatan temu bisnis dianggap penting dalam mendukung pertumbuhan industri kerajinan nasional. Business Matching IKM Kerajinan 2026 diselenggarakan oleh Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) di Yogyakarta pada 10 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan pelaku IKM kerajinan dengan berbagai calon pembeli, mitra industri, asosiasi, dan pemangku kepentingan dari sektor hospitality seperti hotel dan restoran. Direktur Jenderal IKMA Kemenperin, Reni Yanita, menjelaskan bahwa kegiatan business matching adalah strategi untuk memperluas jaringan pemasaran serta meningkatkan kesiapan IKM dalam menghadapi pasar yang lebih luas. Produk kerajinan Indonesia dinilai mampu bersaing di pasar ekspor dengan nilai ekspor produk kerajinan Indonesia pada 2025 mencapai 806,63 juta dolar AS, meningkat 15,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pasar utama produk kerajinan Indonesia meliputi China, Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara di Eropa. Peningkatan kinerja ekspor ini menunjukkan potensi produk kerajinan nasional untuk terus berkembang di pasar global dan menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk, inovasi desain, konsistensi produksi, dan penguatan jaringan pemasaran oleh pelaku IKM kerajinan. Kegiatan Business Matching IKM Kerajinan 2026 diikuti oleh 50 pelaku IKM kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia. Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa inisiatif tersebut membantu memperkuat ekosistem industri kerajinan nasional agar semakin berdaya saing dan relevan di pasar global.


