Thursday, October 15, 2026
HomeBursaIHSG Melemah karena Ekspektasi Moneter Ketat di Tengah Konflik AS-Iran

IHSG Melemah karena Ekspektasi Moneter Ketat di Tengah Konflik AS-Iran

Pada hari Senin, IHSG BEI mengalami penurunan sebagai dampak dari ekspektasi diterapkannya kebijakan moneter ketat akibat eskalasi konflik antara AS dan Iran. IHSG dibuka dengan penurunan 21,76 poin atau 0,30 persen ke posisi 7.115,45, sedangkan indeks LQ45 turun 3,38 poin atau 0,46 persen ke posisi 724,95. Kiwoom Research merekomendasikan sikap wait and see serta menyarankan untuk menyimpan lebih banyak cash untuk mengantisipasi gejolak global selama IDX tidak beroperasi.

Fokus pasar internasional minggu ini tertuju pada pertemuan FOMC The Fed yang akan merilis proyeksi ekonomi terbaru dan memberikan sinyal arah suku bunga di tengah lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah. Lonjakan harga energi mempengaruhi ekspektasi kebijakan moneter global, dengan pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed kurang dari satu kali hingga akhir tahun. Data ekonomi AS juga menunjukkan pertumbuhan yang melambat dan inflasi yang tinggi, yang dapat membuat bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Di samping itu, pasar masih memantau konflik antara Iran dan AS, termasuk potensi serangan terhadap fasilitas energi dan upaya pembukaan jalur pelayaran Selat Hormuz. Perhatian juga tertuju pada pembicaraan Israel-Lebanon dan pembahasan mekanisme Board of Trade antara China dan AS menjelang pertemuan antara Trump dan Xi Jinping. Ada juga investasi energi besar dari AS ke mitra di Asia Pasifik serta kesepakatan perdagangan bilateral antara Indonesia dan AS.

Pada perdagangan sebelumnya, bursa saham Eropa dan AS mengalami penurunan. Bursa saham regional Asia saat pagi hari juga mengalami gejolak. Nikkei melemah 705,00 poin atau 1,31 persen, indeks Shanghai turun 38,75 poin atau 0,95 persen, indeks Hang Seng menguat 61,34 poin atau 0,24 persen, dan indeks Strait Times menguat 1,34 poin atau 0,03 persen. Semua aspek tersebut harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan investasi di pasar saham.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler