PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp25 triliun untuk mendukung transaksi masyarakat selama libur Lebaran 2026. Dana tersebut berasal dari saldo rata-rata sebesar Rp19,7 triliun dan tambahan kebutuhan kas selama tujuh hari layanan Idul Fitri sebesar Rp5,3 triliun. Menurut Direktur Operations BRI Hakim Putratama, persediaan kas pada periode layanan Idul Fitri 2026 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, terutama karena adanya peningkatan transaksi digital menggunakan QRIS dan mobile banking BRImo. Penggunaan QRIS BRI menunjukkan tren positif, dengan volume penjualan naik 100 persen menjadi Rp85,6 triliun dan jumlah transaksi meningkat 127,5 persen menjadi lebih dari 782,8 miliar.
BRI juga berupaya mengurangi penggunaan uang tunai sebagai bagian dari strategi efisiensi, mengingat semakin banyak uang tunai yang beredar akan membutuhkan biaya yang besar untuk menjaga keamanannya. Untuk memastikan layanan yang lancar selama libur Hari Raya Idul Fitri, BRI telah membuka layanan terbatas di 186 unit kerja pada tanggal 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026. Selain layanan fisik, BRI juga menyediakan layanan e-channel yang didukung oleh ribuan mesin ATM, EDC, merchant QRIS, dan agen BRILink. BRI juga membuka layanan contact center selama 24 jam setiap hari untuk membantu nasabah mendapatkan informasi dan layanan perbankan. Dengan upaya ini, BRI berkomitmen untuk memastikan keandalan mesin dan sistem tetap terjaga dengan tingkat layanan di atas 99 persen di seluruh jaringan mereka.


